Memuat...

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan #2

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan #2

Sayawrt.com – oke dan sekarang Saya lanjut lagi ceritanya, dan setelah Saya menunggu sekitar 1 jam lebih, akhirnya jam 17.45 kereta Argo Parahyangan datang juga dari arah selatan.. hemm.. ketika pertama datang keretanya memang terlihat biasa saja, ya maklum karena Saya naik kelas ekonomi premium. jadi walaupun ekonomi tapi tidak berhadap-hadapan ketika duduk.

setelah dikereta pun Saya masih ragu, sempat menanyakan juga ke orang yang akan duduk disebelah Saya, apakah kursi ini benar dengan yang ada di tiket.. dan ya. benar. hehe, pada saat itu Saya masih terlihat bingung. namun Saya mengambil kesimpulan, bahwa jangan segan untuk bertanya. jika tidak bertanya. maka sesatlah Saya.

dan setelah di kereta karena Saya berangkat maghrib dan akan tiba di bandung sekitar jam 21.15, Saya sempat melihat interior kereta yang menurut Saya cukup elegan dan berkelas walaupun hanya ekonomi, Saya tidak tahu apakah di kereta lain yang menuju ke Jawa sama seperti ini atau tidak.

tidak banyak yang Saya lakukan ketika perjalanan, karena lampu di gerbong menyala dengan terang dan Saya sulit untuk melihat keluar karena pantulan cahaya tersebut. tapi, karena Saya duduk didekat jendela dan alhamdulillah, dapat jendela yang besar, terkadang Saya melihat keluar dengan dibantu tangan untuk melihat. ketika kereta melewati bekasi dan seterusnya masih agak ramai ya, masih ada yang bisa lihat.

sepertinya cerita diperjalanan selama naik kereta tidak terlalu banyak, oh iya. awalnya Saya juga ingin mengabadikan perjalanan itu dengan smartphone Saya namun karena banyak kekurangannya, dan juga tidak mendukung untuk membuat vlog perjalanan. jadi Saya hanya iseng merekam saja. kalau banyak kan lumayan bisa stok footage video selanjutnya.

dan, jam 21.15 Saya sudah sampai di stasiun Bandung. stasiun utama kelas 1 dan masih ramai sekali. namun Saya bingung, karena tidak ada transportasi ke daerah Saya di Pangalengan jika sudah menjelang malam begini, akhirnya Saya memutuskan untuk menginap saja di mushola stasiun, dan memang biasanya orang-orang yang menginap pasti ke mushola, karena banyak dari mereka membawa barang yang harus diamankan ketika ditinggal tidur, begitu juga Saya.

namun sebelum ke mushola, Saya membeli beberapa makanan dan camilan serta kopi, rasanya perut ini lapar karena 3 jam perjalanan. Saya sempatkan untuk melihat-lihat dan duduk istirahat di dalam stasiun sambil melihat kereta lewat, tidak lupa ada musisi jalanan yang menghibur menyanyikan lagu lawas yang menambah suasana malam itu menjadi lebih sejuk, tenang, dan tentunya dingin karena habis hujan juga, hehe.

setelah itu, Saya ke mushola dan tidur, sampai shubuh. wah.. enak rasanya, nyenyak sekali. oke deh.

(setelah shubuh)

oke, tadi kegiatan di masjid sudah, sekarang waktu masih pagi sekali. iseng-iseng Saya jalan mencari indo*a*et, karena tempat makan disini tidak sesuai dengan kantong Saya, makannya Saya cari yang murah dan gak bikin kantong jebol juga dong. Saya cicipi kopi creamy late yang ada di Indo…. kok tidak manis ya.. hemm ternyata, belum dikasih gula. hehe..jadi malu sendiri.

waktu sudah mau jam 6 pagi, Saya jalan kaki keluar stasiun, mencari Bus Damri yang biasanya langsung ke terminal leuwi.panjang. dan dapat juga, naik. Saya penumpang pertama di hari itu, iyalah.. kan Saya naik langsung dari pool bisnya. .. mantap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *