Memuat...

Rihlah Ilmiyah ke Tasikmalaya dan Garut

Rihlah Ilmiyah ke Tasikmalaya dan Garut

SayaWRT.com – lelah dengan rutinitas pekerjaan yang setiap hari selalu ada saja, membuat Saya seperti ingin berlibur. ya, mungkin itu juga yang dirasakan oleh semua orang, menurut Saya tidak ada orang yang sanggup bekerja secara terus menerus secara nonstop jika tidak ada satu hal yang membuat dirinya terhibur. jadi kali ini Saya ingin menceritakan kegiatan Saya mengikuti Rihlah Ilmiyah bersama dengan kelas XI MA Al Kahfi ke Tasikmalaya dan Garut.

Saya tidak sendiri, dalam rihlah ilmiyah ini ditemani beberapa Pembimbing dan juga tentunya dengan anak Santri. kegiatan Rihlah Ilmiah adalah kegiatan tahunan yang yang selalu diadakan ke beberapa tempat, dan baru kali ini dipisahkan secara tempat dan tujuan. jadi kalau dulu itu tujuan Rihlah Ilmiah selalau saja ke pulau seribu, dan Pembimbing yang mengikuti juga selalu gantian dengan yang lain. dan kebetulan Rihlah Ilmiah tahun ini dengan tujuan baru ke tasikgarut, Saya bisa mengikutinya.

jadi buat kamu yang belum tahu apa sih kegiatan Rihlah Ilmiah ini? jadi kegiatan ini adalah kegiatan yang diadakan oleh sekolah SMAIT dan MA Al Kahfi, kenapa harus ada rihlah? ya Saya tidak tahu pasti, ketika Saya masuk memang kegiatannya sudah ada duluan. dan kegiatan ini dibawah dari Kesiswaan sekolah.

untungnya Saya bisa mengikuti kegiatan ini dengan tujuan baru ke tasikgarut, kenapa? karena selain ingin berlibur dan melepas penat, Saya juga diamanahkan untuk mengisi dokumentasi di kegiatan ini. jadi sekalian menyalurkan hobi Saya dalam dunia fotografi.

Kami semua berangkat dari sekolah pukul 2.39, ya pagi sekali, karena harus mengejar target untuk sampai di tasikmalaya pukul 10.00 pagi, tapi alhamduliilah sampai di sana kurang dari jam 10.00, dan masih ada waktu untuk anak Santri makan siang dan ganti baju. selama diperjalanan Kami para Pembimbing lebih banyak ngobrol dan bercanda, tentu anak Santri pun lebih heboh lagi bercandanya karena rasa semangat mereka mengikuti kegiatan Rihlah Ilmiah ini.

owh iya, Saya lupa memberi tahu bahwa kegiatan ini diadakan selama 3 hari 2 malam, dari tanggal 4-6 september 2019. selama 3 hari itu maka anak-anak Santri dipadatan dengan banyaknya kunjungan ke beberapa tempat dan juga lokasi unik lainnya. selama kunjungan ke tasik, maka para Santri diagendakan untuk berkunjung ke kampung naga, tau dong. kalau tidak tahu bisa search deh.

di kampung naga ini para Santri diberikan kebebasan untuk mengeksplor dari ujung ke ujung rumah di kampung naga yang ditemani beberapa guide, dan tentu para Pembimbing juga mengikuti kegiatan ini dengan antusias karena baru pertama kali juga kesini.

dan setiap tempat yang Kami kunjungi maka para Santri diharuskan untuk observasi objek tersebut sebagai bahan penelitian dan laporan. dan tentu mereka laksanakan tugas itu dengan baik, dan Saya sebagai bagian dokumentasi turut ikut memotret beberapa sejarah yang ada disana seperti gambar di bawah ini.

rumah adat Kampung Naga
kerajinan kesenian alat musik di kampung Naga
pembimbing

Saya lebih banyak mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk Candide, karena dengan style tersebut lebih terlihat alami dan nyata.

kegiatan hari pertama di kampung naga selesai, maka Kami semua pulang ke hotel dan istirahat dilanjut dengan kegiatan malam untuk Santri yaitu melaporkan hasil observasi dengan presentasi setiap kelompoknya.

Hari ke dua tanggal 4 September 2019

hari ke dua ini agenda kunjungan Rihlah Ilmiah ada 3 tempat di garut, yaitu tempat pembuatan dodol di Dodol Picnic, industri dan pembuatan bahan kulit, serta rekreasi di sabda alam.

sampai di pabrik Dodol Picnic yang sudah lama berdiri ini, para Santri semakin antusias, karena banyak dari mereka yang ingin mengetahui bagaimana cara membuat dodol? ketika timbul pertanyaan tersebut para Santri langsung diarahkan ke dalam ke tempat pembuatan dodol ini. dan oh ternyata sepereti ini, sudah semakin modern dan canggih karena untuk mengaduk dodol dengan volume yang banyak maka tidak diperlukan tenaga manusia lagi.

dodol picnic, sayawrt

mungkin bisa saja pakai tenaga manusia, tapi dodol yang dihasilkan tidak sebanyak dengan diaduk pakai mesin, para Santri diberikan 1 kardus dodol untuk tester dan juga sambil menunggu pembicara yang akan mengisi materi tentang dodol dan sejarah dodol serta kenapa garut bisa terkenal dengan dodol.

setelah kegiatan dari pabrik Dodol Picnic selesai, langung menuju ke agenda selanjutnya yaitu ke tempat industri kerajinan kulit yang terkenal di garut yaitu di daerah Sukaregang, di daerah ini sepanjang jalan raya dari ujung ke ujung maka pasti akan menemukan toko yang menjual hasil olahan bahan dasar kulit, dan tentu saja yang asli dong.

tidak hanya itu saja Kami semua datang langsung ke pabrik pengolahan bahan kulit ini, dan ditemani beberapa guide untuk melihat-lihat proses dari awal sampai akhir bagaimana menjadikan kulit kambing, domba dan sapi menjadi bahan kulit dengan nilai jual tinggi. maka tidak heran jika harga untuk satu jaket kulit bisa sampai Rp. 900.000, itupun harga termurah lho.

Saya sangat tertarik sekali dengan jaket kulit disana karena sudah melihat langsung secara pembuatan dan hasilnya. dan tentu sekarang Saya jadi tahu ciri-ciri dari bahan kulit asli itu seperti apa.

para Santri pun banyak yang tertarik dengan hasil olahan bahan kulit ini, ada juga yang membeli pernak-pernih kulit ini seperti gantungan kunci, dompet dan sabuk. karena mereka juga tidak mau ketinggalan. dan satu lagi, jika langsung membeli disini harganya lebih murah lho. makanya Kami para Pembimbing juga kadang suka beli apa saja ditempat yang Kami kunjungi.

Hari ke tiga tanggal 6 September 2019

hari ke tiga ini adalah hari terakhir Rihlah Ilmiah, dengan tujuan situs sejarah Candi cangkuah, karena ini hari jumat maka Kami mengagendakan untuk shalat jumat di Candi Cangkuang jika kondisi memungkinkan. dari hotel ke Candi Cangkuang membutuhkan perjalanan lebih dari 1 jam. dengan dikawal oleh petugas dari Candi.

ternyata Saya baru tahu, kalau situs Candi Cangkuang itu berada diseberang dan harus naik perahu bambu dulu. jadi lumayan tambah keseruan, karena terakhir kali Saya naik perahu bambu itu di danau Cirata, Cianjur.

agenda dipadatkan di Candi Cangkuang sampai siang, karena jam 2 Kami akan langsung pulang ke pesantren. 

di Candi Cangkuang ini para Santri banyak mengobservsi dan mendapatkan penjelasan langsung dari petugas disana. serta melihat-lihat sisa sejarah di museum kecil Cangkuang. banyak lukisan dan foto-foto ketika awal pemugaran Candi ini. karena Candi rusak ketika pertama kali ditemukan.

kegiatan di Candi Cangkuang
makan siang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *